Pendidikan merupakan modal utama pembangunan sosial ekonomi suatu bangsa. Keberhasilan pembangunan suatu bangsa juga ditentukan oleh keberhasilan dalam membangun sumberdaya manusia, yang erat hubungannnya dengan pembangunan pendidikan. Masalah pendidikan seperti kurangnya sarana dan prasarana penunjang pembelajaran sampai putus sekolah yang berujung pada pengangguran terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu kelompok masyarakat yang masih erat dengan istilah kemiskinan dan keterbelakangan pendidikan adalah masyarakat nelayan. Sistem pendidikan yang masih mengacu pada kompetensi dasar saja dirasa masih kurang dalam menyadarkan masyarakat untuk memanfaatkan sumberdaya alam yang tersedia. Wawasan tentang potensi sumberdaya lokal diperlukan oleh anak-anak nelayan yang terbatas akses pendidikannya agar mereka dapat mengenali, menganalisa, dan mengembangkan sumberdaya lokal di daerahnya masing-masing. Wawasan mengenai sumberdaya lokal ini diharapkan memiliki dampak jangka panjang dalam hal perbaikan kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat nelayan.
Tim PKM-M Laskar Bahari merupakan salah satu wujud pengabdian mahasiswa perikanan UGM terhadap masyarakat khususnya nelayan. Tim yang beranggotakan Ferri Setiawan sebagai ketua, Sandra Agustina, Windi Amelia, Drajad Sarwo Seto, dan Tyas Ismi melaksanakan program pengembangan pendidikan berbasis sumberdaya lokal terhadap nelayan di Desa Purwodadi. Melalui bimbingan dari Suadi, S. Pi., M. Agr. Sc., Ph. D kelima mahasiswa ini sebagai fasilitator membantu masyarakat nelayan untuk mengenal, menganalisa, dan memanfaatkan sumberdaya lokal yang dimiliki daerahnya. Sumberdaya lokal yang dipelajari lebih terarah pada bidang perikanan/pertanian karena dirasa sumberdaya perikanan/pertanian Desa Purwodadi cukup melimpah dan belum termanfaatkan secara optimal. Pengembangan pendidikan yang berbasis sumberdaya lokal merupakan strategi untuk mendekatkan dan mengenalkan siswa dengan berbagai potensi sumberdaya alam, sosial dan ekonomi di sekitas mereka.





